Tentang Rumah Bambu

rumah bambu adalah tempat bekerja menggunakan konsep haibun. penikmat sastra dipersilahkan mampir.

24 Juni 2011

TBC ( Tempe Bacem Cinta )

Tiap pagi, jam setengah lima, seorang ibu dan putrinya selalu berpapasan dengan saya. Si ibu membawa piring di dalam sebuah kantong plastik sementara tangan kanannya menggandeng si buah hati yang berumur tiga tahun. Rutinitas itu membuat saya bertanya apa yang dibawanya. Piring itu ternyata dua puluh potong tempe bacem untuk dijual di sebuah kedai di depan gang. Saya tahu kedai itu tidak hanya menjual aneka sayur mayur dan bahan masakan lainnya, melainkan juga lauk pauk dan kudapan. Selalu ramai pembeli! Setelah beberapa kali pertemuan, saya mencegat dia untuk membeli seluruh tempe bacemnya, senilai sepuluh ribu rupiah. Ibu muda yang cantik itu, seumuran menantuku, tersenyum. Aku tahu ia membantu suaminya dengan menjual tempe bacem. Saya bersimpati padanya sehingga tiap dua hari aku borong tempe bacemnya yang enak itu.

prok, prok!
perang petani krisan
dan pengorok daun

Aku terharu, aktifitas istriku tiap hari dimaknai luar biasa oleh pak Heru. Hampir setahun dia ikut andil membantu ekonomi keluargaku yang pas-pasan setelah aku terkena penyempitan pembuluh arteri jantung dan harus di-stent agar aku bisa terus produktif. Ya, dengan memborong tempe bacem cinta istriku!

1 komentar:

  1. semoga keadaannya cepat membaik. dan semoga pak heru-nya mendapat balasan dari Tuhan..

    BalasHapus